LINGGA-ZONASIDIK.COM | Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kecamatan Lingga, Lingga Timur, dan Lingga Utara masih menjadi keluhan masyarakat.
Gangguan pasokan listrik yang dalam beberapa kesempatan terjadi lebih dari sekali sehari berdampak pada aktivitas rumah tangga, perkantoran, pendidikan, usaha, hingga pelayanan publik.
Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator sekaligus Operator PLTD Musai, Afrizal, menjelaskan bahwa defisit daya dipicu berkurangnya kapasitas pembangkit setelah beberapa unit generator mengalami kerusakan akibat sambaran petir.
Katanya, gangguan mulai terjadi setelah dua unit generator rusak akibat sambaran petir. Kedua unit tersebut kini masih menjalani perbaikan di workshop PLN Batam.
“Kerusakan terjadi akibat sambaran petir. Saat ini unit yang mengalami gangguan sedang diperbaiki di workshop Batam,” ujar Afrizal saat ditemui di PLTD Musai, Daik Lingga.
Dari total delapan unit mesin yang dimiliki PLTD Musai, lanjutnya, satu unit sebelumnya telah mengalami long block sehingga hanya tujuh unit yang dapat dioperasikan. Setelah dua unit lainnya mengalami kerusakan, kapasitas pembangkit menurun dan memaksa PLN menerapkan pemadaman bergilir demi menjaga kestabilan sistem.
Afrizal juga meluruskan isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pemadaman maupun penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Pemakaian BBM disesuaikan dengan jumlah mesin yang beroperasi. Kalau yang berjalan lima unit, maka yang dilaporkan juga lima unit,” ujarnya.
Menurutnya, dalam kondisi normal seluruh pembangkit membutuhkan sekitar 15 ton BBM per hari. Namun saat ini, dengan hanya lima unit yang beroperasi, kebutuhan BBM berada di kisaran lebih dari 10 ton per hari.
Sementara itu, Manager ULP PLN Dabo Singkep, Suheri, mengatakan PLN terus mempercepat upaya pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Lingga.
Berdasarkan perkembangan terbaru per 27 Juni 2026, dari lima unit mesin yang sebelumnya mengalami gangguan, tiga unit telah berhasil diperbaiki dan kembali beroperasi. Sementara dua unit lainnya masih dalam proses perbaikan di workshop.
Selain itu, PLN juga mendatangkan satu unit mesin pembangkit dari Jakarta sebagai tambahan daya untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Lingga.
“Saat ini sistem masih mengalami defisit daya sehingga pemadaman bergilir masih harus dilakukan untuk menjaga kestabilan jaringan,” kata Suheri.
Sebagai langkah percepatan, PLN turut mengerahkan bantuan genset mobile dari berbagai daerah, di antaranya dari PLN Dumai, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, dan Sumatera Utara dengan kapasitas yang bervariasi.
Menurut Suheri, tambahan genset tersebut diharapkan mampu mengurangi defisit daya sekaligus mempercepat normalisasi pasokan listrik bagi masyarakat.
“Kami juga mengusulkan adanya mesin cadangan agar ketika salah satu unit mengalami gangguan, masih ada pembangkit lain yang dapat menjadi backup sistem,” ujarnya.
PLN memastikan seluruh proses perbaikan, termasuk pekerjaan generator dan rewinding, terus dilakukan baik di workshop Batam maupun di PLTD Musai.
Meski membutuhkan waktu karena pekerjaan bersifat teknis, PLN menargetkan kondisi kelistrikan Pulau Lingga akan berangsur membaik dalam beberapa pekan ke depan seiring masuknya bantuan genset dan selesainya proses perbaikan unit pembangkit.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN juga mengaku rutin menyampaikan perkembangan terbaru kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat melalui grup koordinasi agar informasi dapat diteruskan kepada warga.
Di akhir keterangannya, Suheri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Tim teknis terus bekerja siang dan malam untuk mempercepat pemulihan. Kami berharap dengan dukungan seluruh pihak dan tambahan peralatan yang sedang didatangkan, kondisi kelistrikan di Pulau Lingga dapat segera kembali normal,” tuturnya. (Juh)



