Reses DPRD Kepri, Marzuki Sambangi 6 Desa di Anambas

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Daerah Pemilihan Natuna-Anambas, Marzuki, SH., saat diwawancarai usai kegiatan silahturahmi dan reses bersama warga Ladan di Baresto Caerlin, Desa Tebang, Kecamatan Palmatak, Rabu (29/4/2026).

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari daerah pemilihan Natuna-Anambas, Marzuki, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Kepulauan Anambas. Dalam reses kedua tahun 2026, ia menyambangi sejumlah desa guna menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Marzuki mengatakan, dalam agenda reses kali ini dirinya menjadwalkan kunjungan ke enam desa yang tersebar di dua wilayah. “Di Palmatak ada tiga desa, di Siantan juga ada tiga desa. Jadi total ada enam desa yang kita kunjungi di Anambas,” terangnya kepada awak media, Rabu (29/4/2026).

Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan sosial hingga pembangunan infrastruktur desa. Menurutnya, usulan yang masuk cukup beragam, namun harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Bacaan Lainnya

“Banyak aspirasi yang disampaikan. Dari kaum ibu-ibu misalnya terkait bantuan seragam, kemudian bantuan untuk masjid, serta pembangunan drainase dan jalan. Selain itu, pemuda juga mengusulkan fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan sepak bola,” jelasnya.

Meski demikian, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau itu, menegaskan tidak semua aspirasi dapat direalisasikan secara sekaligus melalui anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Hal ini mengingat luasnya cakupan wilayah yang harus diperhatikan.

“Di Natuna ada sekitar 70 desa dan 7 kelurahan, sementara di Anambas sekitar 52 desa, 2 kelurahan. Jika digabung hampir 131 desa. Tentu tidak semua bisa ter-cover dalam satu waktu melalui pokir,” ucapnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga anggota DPRD Kepri yang mewakili wilayah Natuna dan Anambas. Dengan sinergi antaranggota dewan, diharapkan setiap tahunnya sebagian desa tetap bisa mendapatkan program pembangunan.

“Kalau bisa saling membantu, minimal setiap tahun separuh desa bisa mendapatkan kegiatan, meskipun belum seluruhnya,” katanya.

Terkait sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Anambas, Marzuki menyebut pihaknya telah mulai menyalurkan bantuan sejak tahun 2023, seperti bantuan bibit ikan kepada kelompok nelayan.

“Contohnya di Air Sena tahun lalu, dan di Natuna juga ada lima kelompok nelayan yang menerima bantuan,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui saat ini sektor perikanan tengah menghadapi tantangan, terutama terkait pemasaran hasil ikan ke luar negeri. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *