ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Pasokan listrik di Pulau Palmatak dan sekitarnya mendapat tambahan daya setelah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Ladan menerima satu unit mesin pembangkit berkapasitas 300 kilowatt (kW).
Penambahan mesin tersebut memperkuat cadangan daya listrik yang melayani pelanggan di Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah dan Kute Siantan, sekaligus mengurangi risiko pemadaman bergilir saat terjadi gangguan pada mesin pembangkit.
Manager PLN ULP Anambas, M. Fachry Refi, mengatakan mesin jenis Komatsu tersebut menjadi tambahan penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan yang berada di Pulau Palmatak dan sekitarnya.
“Daya mesin yang baru datang itu, 300 kW. Dengan tambahan mesin ini, neraca daya kita bertambah sekitar 200 kW,” kata Fachry saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, sebelum kedatangan mesin baru, PLTD Ladan memiliki 11 unit mesin pembangkit, namun hanya sembilan unit yang berfungsi. Dengan tambahan satu mesin berkapasitas 300 kW, jumlah mesin yang dapat dioperasikan bertambah menjadi 10 unit. Kondisi ini membuat pasokan listrik di Palmatak lebih terjaga selama mesin-mesin yang beroperasi tidak mengalami gangguan.
Lanjut Fachry, sembilan mesin yang beroperasi normal sebenarnya sudah mampu mencukupi kebutuhan listrik di Palmatak. Namun, ketika salah satu mesin mengalami kerusakan, kapasitas pembangkit berkurang sehingga PLN harus menerapkan pemadaman bergilir.
“Dengan kondisi normal sembilan mesin saja, sebenarnya masih cukup dan tidak ada pemadaman bergilir. Kemarin pemadaman bergilir terjadi karena satu unit mesin mengalami kerusakan. Dengan tambahan mesin ini, cadangan daya kita menjadi lebih besar,” jelasnya.
Meski demikian, Fachry menegaskan tambahan kapasitas tersebut bukan berarti risiko pemadaman sepenuhnya hilang. Jika terjadi kerusakan pada lebih dari satu mesin secara bersamaan, pasokan listrik masih berpotensi mengalami defisit.
Ia memperkirakan mesin baru berkapasitas 300 kW tersebut akan dibebani sekitar 250 kW agar pengoperasiannya tetap memperhitungkan kemampuan mesin dan kebutuhan sistem.
Di sisi lain, PLN masih menunggu penyelesaian perbaikan dua unit mesin yang sebelumnya mengalami kerusakan. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Fachry dari pihak Nusa Daya, proses perbaikan telah dilakukan, tetapi masih terkendala sejumlah material yang harus dipesan terlebih dahulu.
“Informasi terakhir yang saya dapat, ada beberapa material yang masih inden, dengan perkiraan waktu sekitar empat sampai enam bulan sejak informasi itu disampaikan,” ungkapnya.
Disebutkannya, apabila kedua mesin tersebut kembali beroperasi normal, cadangan daya di PLTD Ladan semakin meningkat. Kondisi itu akan memberikan ruang yang lebih besar bagi PLN untuk menjaga kestabilan pasokan listrik, terutama ketika salah satu unit pembangkit mengalami gangguan.
Selain mengandalkan kesiapan mesin pembangkit, Fachry menekankan bahwa keandalan listrik juga sangat bergantung pada kondisi jaringan distribusi. Salah satu potensi gangguan yang perlu diantisipasi ialah pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV).
Pohon yang menyentuh atau tumbang menimpa jaringan dapat memicu gangguan listrik. Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut juga berpotensi berdampak pada peralatan pembangkit.
Karena itu, PLN ULP Anambas secara berkala melakukan pemangkasan pohon di sekitar jaringan. Namun, pelaksanaannya di lapangan terkadang terkendala karena tidak semua pemilik lahan memberikan izin.
“Kami berharap masyarakat memberikan izin kepada petugas untuk memangkas pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik. Kami tidak menebang habis, tetapi menjaga jarak aman sekitar dua sampai tiga meter dari jaringan,” kata Fachry.
Pemangkasan tersebut, katanya, bukan semata-mata untuk mencegah gangguan pasokan listrik, melainkan juga demi keselamatan masyarakat. Dahan atau pelepah kelapa yang jatuh mengenai jaringan dapat menimbulkan bahaya, terlebih jika warga beraktivitas di sekitar pohon saat terjadi kontak dengan kabel listrik.
“Ini bukan hanya untuk kepentingan PLN, tetapi juga keselamatan masyarakat. Kalau pohon dibiarkan menyentuh atau menimpa jaringan, dampaknya bisa merugikan kita semua,” imbuhnya.
Fachry berharap masyarakat dan PLN dapat bekerja sama menjaga ruang bebas di sekitar jaringan listrik agar gangguan dapat diminimalkan dan pasokan listrik di Pulau Palmatak serta wilayah sekitarnya tetap terjaga.



