Mubur Amankan Kemenangan Tipis, Payalaman Sempat Protes Keputusan Offside

Pemain Desa Payalaman melayangkan protes kepada hakim garis terkait keputusan offside dalam Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Rabu (21/10/2026).

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Kesebelasan Desa Mubur harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan saat menghadapi Desa Payalaman dalam Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Rabu (21/10/2026).

Sejak babak pertama, Mubur tampil menekan dan berulang kali mencoba membongkar pertahanan Payalaman. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.

Peluang Mubur datang melalui tendangan bebas setelah pemain Payalaman nomor punggung 32 melakukan pelanggaran tepat di depan kotak penalti hingga diganjar kartu kuning. Sayangnya, eksekusi pemain Mubur nomor punggung 15 masih melambung di atas mistar gawang.

Bacaan Lainnya

Mubur kembali mengancam beberapa menit kemudian, tetapi tembakan yang dilepaskan hanya melebar tipis di sisi kanan gawang Payalaman.

Memasuki menit ke-29, tekanan Mubur belum membuahkan hasil. Di sisi lain, Payalaman juga sesekali melancarkan serangan. Pemain nomor punggung 20 sempat mendapatkan peluang, tetapi lebih dahulu terjebak offside.

Pemain yang sama kembali mengancam melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti. Namun, penjaga gawang Mubur berhasil menepis bola sehingga Payalaman hanya memperoleh tendangan sudut. Peluang dari sepak pojok itu pun belum menghasilkan gol.

Mubur sempat merayakan gol setelah membangun serangan melalui kerja sama pemain nomor punggung 11 dan nomor punggung 7. Akan tetapi, gol tersebut dianulir karena pemain nomor punggung 7 lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, Mubur langsung meningkatkan tekanan dan berhasil membuka keunggulan melalui skema umpan terobosan yang dimanfaatkan dengan baik oleh pemain nomor punggung 11. Ia melepaskan tendangan yang berhasil menembus gawang Payalaman.

Tertinggal satu gol, Payalaman tidak tinggal diam. Tim ini bangkit dengan melancarkan sejumlah serangan yang sempat membuat lini pertahanan Mubur kewalahan.

Peluang emas Payalaman hadir melalui pemain nomor punggung 8 yang mendapat ruang tembak tanpa pengawalan ketat. Namun, tendangannya yang terlalu pelan membuat penjaga gawang Mubur dengan mudah mengamankan bola.

Payalaman kembali mengancam melalui tendangan sudut yang dieksekusi pemain nomor punggung 32. Umpan tersebut mengarah dengan baik ke area pertahanan Mubur, tetapi sundulan rekan setimnya masih melambung di atas mistar gawang. Kesempatan melalui sepak pojok berikutnya juga belum mampu dimanfaatkan Payalaman.

Mubur turut memperoleh peluang untuk menggandakan keunggulan melalui pemain nomor punggung 15 yang berhasil melewati pemain belakang Payalaman. Namun, saat berhadapan langsung dengan penjaga gawang, upayanya berhasil digagalkan.

Pertandingan sempat memanas ketika terjadi ketegangan antar pemain. Memasuki masa tambahan waktu empat menit, kedua tim masih berusaha mencari gol, tetapi tidak ada perubahan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan. Mubur berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Payalaman.

Usai pertandingan, ketegangan berlanjut ketika sejumlah pemain Payalaman sempat berdebat dengan hakim garis. Mereka mempersoalkan keputusan offside saat timnya melancarkan serangan.

Manager tim Payalaman, Jasril, mengatakan pertandingan sepak bola harus dijalani dengan profesional dan tetap menjunjung sportivitas, meski keputusan di lapangan terkadang memicu perbedaan pendapat.

“Ya, menghadapi Mubur, ya kita sudah biasa. Saya apresiasi pemain kita,” ujar Ude Jas panggilan akrabnya.

Terkait ketegangan setelah pertandingan, Ude Jas menyebut keputusan offside yang dipersoalkan pemain Payalaman perlu dilihat kembali melalui rekaman pertandingan.

“Ya biasalah kalau adik-adik kita agak sedikit emosi. Yang tadi itu harus dilihat review ulang lah. Kita juga mantan pemain kok, jadi tahu jalan ceritanya itu,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sportivitas tetap harus menjadi pegangan para pemain, sebab kompetisi tidak berhenti pada satu pertandingan saja.

“Ya, sportivitas kita, itu pasti. Karena kita bermain bukan hari ini saja. Ke depan juga kita mau main, bukan main di lapangan ini saja,” pungkas Ude Jas.

Sementara itu, Kepala Desa Mubur, Aryadi, selaku manager tim, mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya meski berhasil mengamankan kemenangan.

“Hari ini tim kita berhasil keluar sebagai pemenang. Walaupun saya selaku manager kurang puas dengan penampilan rekan-rekan pada hari ini. Nah, tentunya ini juga menjadi bahan evaluasi kami untuk langkah selanjutnya,” ujar Aryadi.

Ia menilai tim yang akan dihadapi pada pertandingan berikutnya berpotensi tampil semakin kuat sehingga Mubur perlu melakukan pembenahan, termasuk mengevaluasi strategi permainan.

“Karena kami yakin dan percaya bahwa tim yang menunggu kami ini semakin hebat dan semakin solid. Artinya, kami harus berbenah. Mungkin ada beberapa strategi nanti yang akan kami rubah untuk ke depan agar lebih baik,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *