ANAMBAS-ZONASIDIK.COM | Lapangan sederhana di Desa Liuk, Kecamatan Siantan Tengah, dipenuhi antusiasme masyarakat saat Turnamen Mini Soccer Tingkat SD/MI U-12 Opel ke-14 Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, Sabtu (30/5/2026).
Di tengah semangat kompetisi para pemain muda, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pencarian talenta sepak bola masa depan Anambas.
Turnamen yang diselenggarakan oleh Organisasi Pemuda Liuk (Opel) tersebut berlangsung meriah dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi warga, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet usia dini yang diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat untuk mengharumkan nama daerah di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Wabup Raja Bayu, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Liuk, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan turnamen hingga berjalan lancar dan tertib.
“Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada khususnya Desa Liuk dan seluruh panitia yang terlibat di acara ini. Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan baik dan sempurna,” ujarnya.
Menurutnya, turnamen olahraga tidak hanya sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana untuk melihat dan mengembangkan potensi anak-anak Anambas agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kita jangan sekadar melihat acara, tetapi kita perlu melihat dan memilih potensi anak-anak kita yang nantinya mungkin akan kita tingkatkan kualitasnya lagi agar mereka bisa bersaing bukan hanya di tingkat desa atau kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi bahkan nasional,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Raja Bayu juga menanggapi harapan yang disampaikan Kepala Desa Liuk terkait kondisi lapangan sepak bola desa yang masih memerlukan penataan dan peningkatan fasilitas.
Ia mengakui lapangan tersebut telah lama digunakan masyarakat, namun tetap mampu menjadi pusat kegiatan olahraga yang membanggakan berkat semangat gotong royong dan kekompakan warga.
“Lapangan bola ini sudah lawa sebenarnya, cuma perlu sedikit dirapikan. Namun, kita punya pertandingan tingkat desa yang sound-nya hari ini kalah dari Piala Dunia. Luar biasa meriah hari ini,” ucapnya disambut tepuk tangan masyarakat.
Lebih lanjut, Dia menyatakan bahwa usulan perbaikan lapangan akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu program prioritas apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Insyaallah ke depan mudah-mudahan kalau kondisi keuangan Anambas dan Indonesia memungkinkan, maka itu menjadi salah satu skala prioritas yang akan kita laksanakan,” tuturnya.
Kepada para peserta, Raja Bayu berpesan agar selalu menjunjung tinggi sportivitas dan terus mengembangkan kemampuan bermain sepak bola.
“Bertandinglah dengan baik anak-anak semua, kalah menang itu biasa. Yang paling penting jaga kekompakan, bagaimana kita bermain dengan profesional dan tunjukkan skill terbaik yang kalian miliki,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para finalis, dirinya memberikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan sebesar Rp700 ribu untuk tim juara dan Rp300 ribu untuk tim runner-up.
Sementara itu, Kepala Desa Liuk, Syaipul, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan sejak awal hingga berakhirnya turnamen.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia Desa Liuk yang selama ini telah bekerja keras dari awal pertandingan sampai akhir hari ini. Mungkin tanpa kerja keras mereka, acara ini tidak bisa terlaksanakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan masyarakat agar lapangan sepak bola Desa Liuk dapat memperoleh perhatian untuk dilakukan perbaikan sehingga lebih layak digunakan sebagai sarana olahraga dan pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat.
Melalui Turnamen Mini Soccer, Kades Syaipul berharap tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan semata, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda serta melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Anambas di tingkat yang lebih tinggi.
Pada turnamen tersebut, tim Tarempa Selatan berhasil keluar sebagai Juara 1 dan berhak membawa pulang piala, medali, piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp7.500.000. Sementara posisi Juara 2 diraih oleh Ladan 204 yang memperoleh piala, medali, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp6.000.000.
Adapun Tebang menempati peringkat ketiga dengan hadiah piala, medali, piagam dan uang pembinaan Rp4.000.000, sedangkan Nyamuk harus puas di posisi keempat dan menerima piala, medali, piagam serta uang pembinaan sebesar Rp3.000.000. (Pin)



